Hampir
75 tahun lebih akses jalan ke Dusun Pringgondani, Desa Watukebo,
Wongsorejo ini tidak tersentuh pengaspalan. Namun sekarang seluruh
masyarakat di kawasan paling terpencil ujung utara Banyuwangi tersebut
merasa lega, lantaran akses jalan desa sepanjang 9 Km itu pengaspalannya
sedang digarap.
Muzahro (45), warga desa setempat, merasa seperti mimpi saat jalan desa yang diketahui sejak lahir tak pernah tersentuh perbaikan apalagi pembangunan jalan aspal. Maklum, lokasi desa tempat tinggalnya terpelosok sekitar 15 Km di wilayah Perkebunan Pasewaran, Wongsorejo.
Kini dengan bantuan dari Pemkab Banyuwangi memakai sistem private partnership serta melibatkan swadaya masyarakat, mimpi 500 KK di Desa Pringgondani terwujud.
"Kira-kira ya mulai 1942 tidak pernah tersentuh perbaikan. Wong dari saya lahir sampai sekarang ya baru sekali ini, apalagi sampai di aspal begini. Kayak mimpi rasanya," kata Muzahro sambil gotong royong dengan warga membangun jalan desa, Selasa (23/2/2016).
Perbaikan dan pembangunan jalan di sepanjang pinggiran pedesaan merupakan salah satu program prioritas di masa kepemimpinan Anas-Yusuf jilid II. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, model pengerjaan secara private partnership dan swadaya masyarakat terbilang efektif untuk membangun akses di pelosok pedesaan.
Dengan sistem private partnership yang dikerjakan di Desa Pringgondani seperti ini, Pemkab menyediakan alat berat, 378 drum aspal serta tim teknis. Sementara masyarakat menghimpun tenaga pekerja dan pihak swasta membantu material tambahan.
"Ini adalah model yang diciptakan untuk melibatkan seluruh elemen dan masyarakat. Dulu jalannya tidak bisa dibangun karena ini jalan milik perkebunan, swasta dan desa. Maka sekarang bertahap kita bangun, nomor 1 jalan dulu, nanti kita bertahap ke akses kesehatan dan pendidikan," kata Anas ketika menjumpai warganya di Desa Pringgondani.
Anas menambahkan, program pembangunan berbasis desa ini sejalan dengan program Nawacita yang digagas oleh Presiden Jokowi. Saat ini Pemkab Banyuwangi masih menyediakan bantuan sekitar 1000 drum aspal yang siap di bagikan ke kelompok masyarakat yang sebelumnya telah mengajukan bantuan.
(Sumber: Detik.com)
Muzahro (45), warga desa setempat, merasa seperti mimpi saat jalan desa yang diketahui sejak lahir tak pernah tersentuh perbaikan apalagi pembangunan jalan aspal. Maklum, lokasi desa tempat tinggalnya terpelosok sekitar 15 Km di wilayah Perkebunan Pasewaran, Wongsorejo.
Kini dengan bantuan dari Pemkab Banyuwangi memakai sistem private partnership serta melibatkan swadaya masyarakat, mimpi 500 KK di Desa Pringgondani terwujud.
"Kira-kira ya mulai 1942 tidak pernah tersentuh perbaikan. Wong dari saya lahir sampai sekarang ya baru sekali ini, apalagi sampai di aspal begini. Kayak mimpi rasanya," kata Muzahro sambil gotong royong dengan warga membangun jalan desa, Selasa (23/2/2016).
Perbaikan dan pembangunan jalan di sepanjang pinggiran pedesaan merupakan salah satu program prioritas di masa kepemimpinan Anas-Yusuf jilid II. Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas menyatakan, model pengerjaan secara private partnership dan swadaya masyarakat terbilang efektif untuk membangun akses di pelosok pedesaan.
Dengan sistem private partnership yang dikerjakan di Desa Pringgondani seperti ini, Pemkab menyediakan alat berat, 378 drum aspal serta tim teknis. Sementara masyarakat menghimpun tenaga pekerja dan pihak swasta membantu material tambahan.
"Ini adalah model yang diciptakan untuk melibatkan seluruh elemen dan masyarakat. Dulu jalannya tidak bisa dibangun karena ini jalan milik perkebunan, swasta dan desa. Maka sekarang bertahap kita bangun, nomor 1 jalan dulu, nanti kita bertahap ke akses kesehatan dan pendidikan," kata Anas ketika menjumpai warganya di Desa Pringgondani.
Anas menambahkan, program pembangunan berbasis desa ini sejalan dengan program Nawacita yang digagas oleh Presiden Jokowi. Saat ini Pemkab Banyuwangi masih menyediakan bantuan sekitar 1000 drum aspal yang siap di bagikan ke kelompok masyarakat yang sebelumnya telah mengajukan bantuan.
(Sumber: Detik.com)
