
Al-Qur'an adalah kitab suci yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW
yabg berfungsi sebagai petunjuk atau pedoman bagi umat manusia untuk
mencapai kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat. Ada banyak keutamaan
yang didapatkan oleh setiap pembaca Al-Qur'an.
Namun tahukah kamu bagaimana aroma yang dimiliki oleh para pembaca
Al-Qur'an ? Sebagaimana kita ketahui bahwa setiap manusia memiliki aroma
tubuh yang berbeda-beda. Begitu pula halnya dengan para pembaca
Al-Qur'an yang juga memiliki aroma yang berbeda-beda.
Hal ini bahkan telah dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabdanya yang
diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim. Bahwa terdapat empat jenis
aroma yang dimiliki oleh manusia dalam penyikapannya terhadap Al-Qur'an.
Dimana keempat jenis aroma tersebut diumpamakan seperti buah. Lantas,
seperti apakah aroma yang dimaksud ? berikut ulasannya.
Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim disebutkan
bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Perumpamaan orang Mukmin yang membaca
Al-Quran seperti buah utrujah, baunya harum dan rasanya enak. Dan
Perumpamaan orang Mukmin yang tidak membaca Al-Quran seperti buah korma,
tidak wangi dan rasanya manis. Dan perumpamaan orang munafiq yang
membaca Al_Quran seperti buah raihanah baunya enak dan rasanya pahit.
Dan Perumpamaan orang munafiq yang tidak membaca Al-Quran seperti buah
hanzhalah, tidak beraroma dan rasanya pahit.”
Dimana dalam hadits ini Rasulullah SAW menggambarkan empat jenis manusia dalam penyikapannya terhadap Al-Qur'an, yaitu :
Pertama, Mukmin yang selalu membaca Al-Qur'an
Dimana jenis yang pertama ini akan memiliki aroma yang indah lahir dan
batin. Dan ia diumpamakan seperti buah utrujah yang rasanya enak dan
aromanya wangi semerbak. Sehingga seseorang yang selalu membaca
Al-Qur'an maka ia akan merasakan ketenangan, kenyamanan dalam jiqanya
dan hari-harinya juga akan selalu menyenangkan.
Demikian pula halnya dengan orang-orang yang berada di dekatnya,
tentunya juga akan merasakan kenikmatan akan keindahan bacaan orang
mukmin tersebut, Terlebih lagi jika ia juga ikut mendengarkannya dengan
penuh kekhusyukan, sehingga ia kaan mendapatkan rahmat dari Allah SWT.
Bahkan Rasulullah SAW pun bedoa agar Al-Qur'an dijadikan sebagai
penyejuk hatinya (rabi'al qalb). Dan pada hari kiamat kelak, Al-Qur'an
akan memberikan syafaat kepada orang yang gemar membacanya.
Selain itu, diantara hikmah dari dikhususkannya buah utrujah yang
memiliki aroma yang enak dan nikmat rasanya bila dibandingkan buauh
lainnya dikarenakan kulitnya saja bisa dijadikan obat dan bijinya dapat
mengeluarkan minyak yang memiliki banyak khasiat.
Kedua, Mukmin yang tidak membaca Al-Qur'an
Dimana orang mukmin yang seperti ini pada hakikatnya ia telah kehilangan
aroma lahir. Sehingga bisa dikatakan bahwa ia tekah kehilangan
kenikmatan yang begitu besar. Dengan demikian ia diumpamakan seperti
buah korma yang memiliki rasa yang enak namun tidak memiliki wangi yang
semerbak. Sehingga ada sesuatu yang kurang pada dirinya. Sebab bagaimana
bisa ia merasakan kenikmatan iman jika Al-Qur'an saja jarang
disentuhnya atau tidak dibaca sama sekali.
Ketiga dan keempat, Munafiq yang membaca dan tidak membaca Al-Qur'an
Sejatinya orang munafik adalah orang yang menampakkan keimanan dan
menyembunyikan kekafiran dirinya. Dimana ada beberapa ciri-ciri orang
munafiq, diantaranya yaitu apabila ia berbicara maka ia berdusta,
apabila ia berjanji maka ia ingkar, dan apabila ia diberi amanah maka ia
menyalahinya.
Sehingga jika ada orang yang memiliki sifat tersebut dan dalam hatinya
ia mengingkari keimanannya kepada Allah SWT, maka ia termasuk orang
munafik yang akan ditempatkan di neraka yang paling bawah (fiddarkil
asfali minannar) dan kekal di dalamnya.
Selain itu, orang-orang munafiq ini meskipun ia terus berusaha
menampakkan keimanannya dihadapan manusia maka bisa terlihat dari
sikapnya terhadap Al-Qur'an. Sehingga walaupun ia membaca Al-Qur'an maka
tetap saja ia kaan menyembunyikan kekafirannya. Oleh sebab itulah
Rasulullah SAW mengumpamakannya dengan buah raihanah yang aromanya
semerbak harum namun rasanya pahit. Hal ini dikarenakan tilawah
Al-Qur'an baginya hanyalah sekedar amalan zhahir yang hanya lewat
kerongkongannya saja dan tidak lebih dari itu.
Dan jenis manusia yang keempat lebih jelek lahir dan batinnya. Oleh
sebab itulah ia diumpamakan denngan buah hanzhalah yang pahit dan buruk
rasanya. Sehingga hanya orang-orang bodoh saja yang akan terpedaya oleh
penampilannya.
Dengan demikian, sekarang ini apakah diri kita termasuk seperti buah
utrujah yaitu mukmin yang suka dan pandai membaca Al-Quran serta
mengamalkannya ? Atau justru termasuk diantara tiga jenis manusia
lainnya ?
Oleh sebab itu marilah kita tanyakan pada diri masing-masing, sudahkah
mulut dan lidah kita basah oleh bacaan Al-Qur'an ? Atau sudahkah mata
kita lebih sering melihat Al-Qur'an ? Atau telinga kita yang lebih suka
mendengar selain Al-Qur'an ?
