“Bolehlah…” kata Fashhan.
Kami duduk di tukang bubur. “Pak, pesan 2 yaa… yang satu tidak gunakan kacang, ” kataku.
Tak berapakah lama ayahnya serta si bungsu Altaf Bazla Abbasy turut berhimpun serta turut pesan.
“Kak… Saat itu bubu sama bapak pernah makan di sini. Selalu ada
anak-anak kecil beli seribu rupiah doang, ehh… dilayanin loh! Baik
banget
Ayah pedagangnya. Mana 4 bocah itu bawel banget belinya. Minta pakai
ini, itu, tidak pakai ini, itu… Namun Bapaknya sabar banget, ” narasi
saya sembari tertawa.
“Hah? Seribu rupiah? ” Fashhan dan altaf tertawa. “Masa seribu rupiah? ” tuturnya lagi.
“Ih beneran. Bertanya saja pada Ayah. Anak berempat itu bawa duit 2 beberapa ribu 2 lembar, ” kataku.
“Lho iyaa beneran, ” kata ayahnya menimpali.
Ke-2 anakku tertawa. “Seribu rupiah dapet bubur, ” kata mereka.
“Loh tidak yakin? Ini beneran. Bahkan juga porsinya diberi sama saja
dengan jumlah yang diberi ke kita. Kelak dengarkan nih Bubu bertanya
Bapaknya. ”
Saat ayah tukang usai menghidangkan pesanan, saya juga menyapanya.
“Pak… saat itu saya pernah beli disini. Ada anak-anak kecil beli bubur
seribu rupiah Ayah layani. Apa tidak rugi? ” bertanya saya.
“Oohh…” tuturnya sembari tertawa.
“Itu nyaris setiap hari ada saja Bu. Itu anak-anak dari lingkungan sini.
Ya dilayanin saja Bu, kasihan namanya anak-anak takut dia kepengen.
Saya
sukai ngukur ke tubuh sendiri, jadi inget sama anak sendiri. Gampang –
mudahan bila anak saya ada kepengenan, ada yang ngasih keringanan, ”
tuturnya.
“Lah tidak rugi Pak? ” bertanya saya
“Rugi sih jualan bubur ini, alhamdulillah belum pernah, paling ngepas
saja. Terkadang bila sepi, tidak setelah juga saya bagiin saja. Yah…
Allah miliki
hitung-hitungan sendiri ya. Semoga agar juga terkadang tidak untung duit
dapet hitungan untung amal. Jadi tetaplah untung, ” tuturnya sembari
tertawa.
Lalu kami terlibat perbincangan hal-hal lain, beliau ini telah lebih
inherit ; " 5 th. berjualan bubur, terlebih dulu pernah berjualan sayur,
resikonya besar lantaran sayuran cepat layu dan tak semua laris,
sesudah
krismon 98 harga sayur tidak stabil, pusing jualannya tuturnya, pernah
ganti jual ikan asin, namun nyatanya resikonya juga semakin besar lagi.
Saat bangkrut, coba jual koran, namun itu juga berat juga lantaran saat
ini sama agen yang tidak laris tidak dapat diretur. Alhamdulillah jualan
bubur dapat lebih kebantu lah tuturnya.
Rahasia bertahannya yaitu menggunakan semuanya bahan baku yang baik.
Saya beli beras paling baik, ayam juga ayam fresh petelur, dahulu
gunakan ayam
kampung, namun saat ini tidak masuk harga nya. Kelak orang tidak dapat beli jadi tuturnya.
“Saya tidak ingin ngasih asal-asalan terlebih digabung bahan macem-macem
soalnya saya juga tidak ingin bila beli makanan diberi bahan
yang tidak bagus atau makanannya diberi obat atau digabung apa, kan buat
penyakit. Tidak apa-apa untung tidak tebal yang utama barokah saja, ”
imbuhnya.
Saat kami terlibat perbincangan, empat anak umur 5-6 tahunan datang.
“Paaaaakk minta duit, ” tuturnya. Ayah itu segera bangun buka laci
mengambil duit receh. Saya fikir anak ini yaitu anaknya, namun fikiran
saya terjawab saat satu diantara rekan anak yang minta duit itu
ajukan pertanyaan pada anak yang minta duit.
“Ini Ayah lo? ” tanyanya.
Anak itu menjawab “Bukaaaannn! ” jawabnya dengan ekspresi muka yang lucu.
Saya serta Fashhan sama-sama pandang menahan heran.
“Mau beli apa, Nong? Beli es? Nih keduanya sama ya…” kata ayah itu sembari tertawa cerah.
“Pak… itu anak siapa? ” Bertanya saya.
“Anak-anak orang sini Bu. Umum itu kelak gantian ada anak-anak kecil lain lagi, ” tuturnya sembari tertawa.
“Pak… Kelak anak-anak itu rutinitas minta-minta, ” kata saya prihatin.
“Didoakan saja tidak demikian bu… semoga saya jadi masa lalu sebaiknya
anak-anak saja. Umumnya besar dikit juga mereka telah malu minta,
bila saya seneng-seneng saja. Namanya juga anak-anak, sama anak-anak
kita harus kasih sayang, jadi mereka juga kasih sayang sama kita
nanti. Umumnya Bila yang telah agak besar, mulai ngerti. Umumnya dinasehatin kita juga lebih mudah. Saya telah kerap demikian, ”
tuturnya.
Saya serta anak-anak tersenyum. Memanglah ayah ini demikian baik hati.
Mudah-mudahan Allah melimpahkan kasih sayang untuk Ayah serta anak Ayah
atas benih kasih sayang yang senantiasa ditebar, mudah-mudahan
senantiasa sehat serta dimurahkan rezekinya lantaran banyak hati yang
dibahagiakan.